Dongeng Anak Berjudul Putri Ikan

Asal Usul Ikan Duyung - Cerita Rakyat Sulawesi Tengah | Daerah Kita -  Sajian Artikel Ringan dan Informatif Nusantara

Kita sebagai orangtua tentunya akan merasa senang sekaligus bangga jika melihat kemampuan anak yang selalu meningkat setiap waktunya. Karena memang di masa pertumbuhan anak, terutama di dua tahun pertamanya merupakan periode emas bagi pertumbuhan fisik dan perkembangan otaknya. Oleh karena itu, dalam masa pertumbuhan ini bunda bisa memberikan stimulus yang positif kepada anak, misalnya adalah dengan membacakan dongeng kepada anak setiap harinya. Apalagi dongeng ini memiliki cerita atau pesan moral baik yang bisa disampaikan kepada anak.

Ada banyak dongeng anak yang bisa bunda bacakan pada anak, salah satunya adalah yang berjudul Putri Ikan. Untuk lebih jelasnya berikut cerita selengkapnya seperti yang dikutip dari berita terbaru terpopuler.

Putri Ikan

Pada suatu hari ada seorang pemuda yang sedang mencari ikan di sungai. Ia merasa gembira saat melihat seekor ikan mas. Seketika ikan mas tersebut ditangkap oleh pemuda itu, dan dibawanya pulang.

“Beruntungnya aku hari ini. Malam ini aku bisa makan enak,” kata si pemuda.

Mengetahui si pemuda tersebut akan memasaknya. Si ikan mas menunjukkan ekspresi wajah yang sedih. Si pemuda tersebut pun menyadari hal itu. Sehingga ia tidak tidak tega untuk memasak menjadi santapannya hari ini.

“Ah, lebih baik aku pelihara saja ikan mas ini. Kasihan jika aku memasaknya,” ujar si pemuda.

Lalu ikan mas tersebut dimasukkan ke sebuah kolam. Si pemuda tersebut memberinya makan ikan mas setiap harinya. Lama-kelamaan, si pemuda sangat menyayangi ikan mas.

“Kasihan sekali pemuda itu. Ia membanting tulang seorang diri. Aku harus membantunya,” ucap ikan mas.

Secara ajaib, tiba-tiba ikan mas berubah menjadi seorang putru yang sangat cantik jelita. Tanpa sepengetahuan si pemuda, Putri Ikan menyiapkan makanan untuknya.

Saat tiba di rumah, si pemuda terkejut dan meras heran. Bagaimana tidak? Ia melihat sudah tersedia makanan yang lezat di rumahnya itu.

Kejadian tersebut berlangsung berhari-hari yang membuat si pemuda penasaran, siapa yang menyiapkan makanan untuk dirinya selama beberapa hari ini.

“Aku akan melihat, siapa yang memasak untukku,” gumam si pemuda.

Seperti biasa, pada pagi hari si pemuda pergi bekerja. Namun, ia tidak benar-benar pergi bekerja. Ia langsung pulang kembali ke rumah untuk mengintai secara diam-diam.

Si pemuda tersebut sangat terkejut saat melihat ikan mas yang selama ini dirawatnya itu berubah menjadi seorang putri. Apalagi, putri ikan tersebut memasak untuk si pemuda. Si pemuda yang sangat takjub pun langsung masuk ke dalam rumahnya.

Tentunya hal ini membuat Putri Ikan kaget saat si pemuda menyapanya. Ia hendak berubah kembali menjadi ikan namun sudah terlambat.

Si pemuda berusaha mencegahnya. Ternyata, ia jatuh cinta kepada Putri Ikan tersebut. Si pemuda itu pun meminta Putri Ikan untuk menikah dengan dirinya. Pucuk dicinta ulam pun tiba, si Putri Ikan tersebut juga menerimanya dengan senang hati.

Rupanya, Putri Ikan tersebut merupakan seorang putri yang dikutuk menjadi ikan. Ia akan kembali berubah menjadi manusia sempurna jika ada seseorang yang mencintainya dengan tulus. Berkat cinta si pemuda, Putri Ikan yang dikutuk pun kembali menjadi manusia dan tidak akan berubah menjadi ikan lagi. Mereka berdua pun hidup bahagia bersama dalam ikatan pernikahan.

Adapun pesan moral yang bisa diambil dari dongeng di atas adalah kekuatan kasih sayang yang luar biasa. Selain itu, kita juga harus saling tolong menolong, saling mengasihi dan jangan saling membenci.