4 Tahapan Perkembangan Anak Usia Dini

Cara Tepat Dukung Perkembangan Otak Anak (Paulaphoto/Shutterstock)

Memiliki seorang anak atau buah hati tentu menjadi keinginan sebagian besar pasangan sudah menikah. Ketika ia lahir, tentu ia akan mengalami perkembangan seiring dengan waktu. Perkembangan ini harus disesuaikan dengan usia dan kemampuan si anak.

Tidak hanya dari segi fisik, pertumbuhan dan perkembangan anak harus dilihat dari berbagai macam aspek. Setidaknya, ada 4 jenis perkembangan yang dimiliki oleh anak, yakni:

  • Perkembangan Kemampuan Fisik

Jenis perkembangan yang pertama adalah perkembangan kemampuan fisik. Sesuai namanya, perkembangan ini berkaitan dengan fisik atau tubuh anak. Contohnya adalah anak 1 bulan. Secara fisik yang terlihat, anak berusia 1 bulan memang masih belum berkembang dengan pesat. Tetapi, anak pada usia ini sudah mampu belajar mengenali suara orang tuanya.

Anak pada usia ini akan belajar bagaimana suara orang tuanya, sehingga ia bisa membedakan mana orang tuanya dan mana yang bukan. Karena itulah, sangat penting untuk terus mengajak anak untuk berinteraksi. Ajaklah anak untuk berbicara, tentanga berbagai hal. Tentunya, anak masih belum bisa menjawab. Tetapi, anak tersebut bisa terangsang perkembangannya melalui hal ini.

  • Perkembangan kognitif

Perkembangan kognitif adalah perkembangan yang difokuskan pada kemampuan anak untuk menyelesaikan beragam masalah dalam kehidupan sehari-hari. Berbeda dengan fisik yang memiliki capaian berbeda di masing-masing usianya, perkembangan kognitif dibagi menjadi beberapa tahapan.

Tahapan pertama adalah sensorimotorik. Tahapan ini akan dikembangkan pada saat anak berusia 0 sampai 24 bulan. Tahapan kedua adalah praoperasional. Anak-anak pada usia ini memiliki perkembangan fisik yang cukup pesat, sehingga ia bisa diajak untuk mengembangkan kemampuan praoperasionalnya.

Pada usia ini, Anda perlu mengajarkan banyak hal kepada anak. Misalnya, toilet training. Ajak anak untuk belajar ke kamar mandi sendiri, kapan ia harus pergi ke kamar mandi dan bagaimana cara membersihkan diri sendiri setelah buang air. Umumnya, anak berusia antara 2 sampai 7 tahun sudah bisa untuk melakukan hal ini.

Tahapan berikutnya adalah operasional konkret pada usia 7 sampai 11 tahun, disusul oleh tahapan terakhir yakni operasional formal sejak usia 11 tahun. Anak sudah bisa diajarkan beragam hal, tentu sesuai usia, untuk bisa berkembang menjadi manusia dewasa.

  • Perkembangan sosio-emosional

Pernahkah Anda mendengar istilah ekstrovert atau introvert? Pada masa anak-anak, buah hati masih bisa diarahkan untuk berubah sesuai dengan kemampuannya. Pada masa perkembangan ini, anak akan diajarkan untuk berinteraksi dengan orang lain tepatnya anak-anak lain.

Anak juga akan diajarkan untuk mengungkapkan emosi yang mereka miliki. Misalnya, mereka akan menangis apabila merasakan sakit atau tersenyum ketika merasa senang. Jika anak tidak diajarkan untuk belajar perkembangan sosio-emosional, maka ia akan sulit untuk mengungkapkan ekspresi yang ia miliki. Tentunya, emosinya akan terganggu ke depannya.

  • Perkembangan Bahasa

Secara umum, anak akan mengembangkan kemampuan untuk berbahasa pada usia 1 sampai 5 tahun. Anak yang mengalami kesulitan atau terlambat dalam mengembangkan kemampuan berbahasa ini tentu membutuhkan bantuan khusus.

Keempat perkembangan harus dikembangkan secara seimbang dan sesuai dengan usianya. Tujuannya adalah agar anak bisa mendapatkan apa yang ia butuhkan untuk bertahan hidup, melakukan interaksi sosial dan yang lainnya. Apabila anak mengalami kendala, orang tua harus sigap untuk memberikan bantuan tambahan.

Jika anak yang mengalami kendala ditangani dengan lebih awal, maka anak bisa mendapatkan penanganan langsung. Hasilnya, anak bisa bertumbuh kembang sama seperti anak-anak lain pada umumnya.